Tradisi Rewang

Tradisi Rewang

Tradisi adalah kumpulan kebiasaan tentang batas kelompok dan tentang pandang dunia, yang biasanya diteruskan kepada orang-orang muda dari suatu masyarakat dalam mempersiapkan mereka akan partisipasi penuh sebagai orang-orang dewasa dalam budaya itu. Transmisi ini berlangsung melalui ritus-ritus inisiasi pada pubertas, melalui sistem-sistem pendidikan, dan melalui pergaulan dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi menyediakan perbendaharaan yang nyata, yang dapat diacu guna mempertahankan jati diri bila diancam, dan untuk menegaskannya bila perlu. Karena jati diri bukanlah sesuatu yang sifatnya tampak secara alamiah.

 (Wahyuddin: 118-119)

Tradisi rewang merupakan salah satu tradisi yang terdapat di beberapa daerah di Indonesia. Tradisi rewang ini dapat diartikan sebagai membantu dalam bentuk tenaga dan waktu kepada orang-orang dalam artian kerabat atau tetangga yang memiliki hajatan (nikahan, sunatan, dan lainnya) tanpa dibayar. Dalam beberapa sumber disebutkan rewang berasal dari dua kata yakni, re dan wang. Re yang berarti rembugan dan wang yang berarti ewang-ewang.

Tradisi ini secara tidak langsung menekankan kepada kesadaran sosial antar masyarakat untuk membantu meringankan beban orang lain. Yang juga dalam kaitannya dengan mempererat hubungan kekerabatan, serta menjaga hubungan komunikasi antar masyarakat yang kemudian pada umumnya digunakan para kaum hawa untuk bergosip. Kegiatan rewang juga dapat diartikan sebagai bentuk gotong royong yang dewasa ini sudah mulai terkikis karena perubahan zaman.

Dalam pelaksanaannya, rewang melibatkan para pria dan wanita dewasa untuk acara besar seperti nikahan. Begitu pula yang terjadi di Dusun Sampurnan Kecamatan Bungah, biasanya jika ada seseorang yang mantu (istilah bagi seseorang yang menikahkan anaknya) beberapa pria dewasa setempat mendapat undangan lewat lisan yang disampaikan langsung ke rumah masing-masing untuk setidaknya membantu mendirikan tenda. sedangkan para wanita dewasa berkutat di dalam dapur untuk membantu memasak dan mempersiapkan buah tangan. Mereka biasanya menghabiskan waktu dari pagi sampai sore jika memungkinkan. Namun, mengingat profesi sebagian masyarakat di sana merupakan tenaga pengajar, maka biasanya sebagian orang baru dapat membantu di atas jam duabelas siang. Adapula alternatif lain ialah menyuruh anak gadisnya yang sudah cukup besar untuk menggantikan para orang tua yang tidak dapat ikut rewang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s